Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan (dari masa kehamilan sampai anak usia 2 tahun). Anak yang mengalami stunting biasanya lebih pendek dari standar tinggi badan untuk usianya dan dapat mengalami gangguan perkembangan otak.

Ciri-ciri anak stunting
Beberapa tanda yang sering terlihat:
Tinggi badan lebih pendek dibanding anak seusianya
Pertumbuhan lambat
Perkembangan kognitif (belajar/berpikir) bisa terhambat
Anak lebih mudah sakit
Pada jangka panjang bisa memengaruhi prestasi belajar dan produktivitas saat dewasa
Penyebab stunting
Faktor penyebabnya biasanya kombinasi beberapa hal:
Kurang gizi dalam waktu lama
Gizi ibu yang buruk saat hamil
Tidak mendapat ASI eksklusif
Pola makan anak tidak seimbang
Infeksi berulang (diare, cacingan, dll.)
Sanitasi dan air bersih yang buruk
Dampak stunting
Pertumbuhan fisik terhambat
Kemampuan belajar menurun
Risiko penyakit kronis saat dewasa meningkat
Produktivitas kerja bisa lebih rendah
Cara mencegah stunting
Pencegahan sangat penting, antara lain:
Gizi cukup bagi ibu hamil
ASI eksklusif selama 6 bulan
MPASI bergizi setelah 6 bulan
Imunisasi lengkap
Air bersih dan sanitasi yang baik
Pemantauan tumbuh kembang di posyandu
✅ Di Indonesia, pencegahan stunting menjadi program penting pemerintah karena masih cukup banyak anak yang terdampak.